Langsung ke konten utama

JANGAN BERI MAKAN KELUARGA DENGAN BELANJA BER AKAD BATHIL

Keliatannya sepele sih ... 




Emak² : " Ayam sekilo brp man?"

Penjual : "28ribu bu..!"

Emak² : "27 ribu deh..!"

Penjual: "iya deh"

Emak² : "hati ampela" sepasangnya brp..?"

Penjual: "2 ribu.."

Emak² : minta 3 pasang, "Sama ceker sekilo ya.."

Penjual : "ceker sekilo nya 16.000 bu.."

Emak² : "Udah lempengin jadi 15 aja..!"

Penjual : "iya udah.."

Emak² : "Jadi total brp bang semua..?"

Penjual : "Ayam + hati ampela + ceker jadi 48 ribu”

Emak² : "Alah udah 45 ribu aja.. Nih 50 ribu, kembaliin goceng sini..!"

Penjual : ..

Emak: kasih bonus sayap satu ini yaa (sambil masukin sayap ke kantong kresek)

Penjual: 


✳ Wahai emak2 shalihah Dalam jual beli ada 3 rukun yg harus terpenuhi, yaitu:


1. Al Aqidan (penjual & pembeli)

2. Al Ma'qud alaih (uang & barang)

3. Shigat Akad.


Shigat Akad adalah bentuk isyarat dari penjual dan pembeli yg melakukan transaksi tanpa paksaan.


Nah kira² sudahkah kita perhatikan sikap kita yg biasa berbelanja dalam bertransaksi ?


Sudah ikhlaskah penjual melepas barang dagangannya ?


Jangan sampai tidak ikhlas nya penjual melepas barang dagangan nya menjadikan barang yg kita beli menjadi tidak diridhai karena dilakukan dengan bathil atau memaksa penjual.


✴ “Hai orang² yg beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dgn cara yg Bathil, kecuali dgn jalan perniagaan yg berlaku dengan suka sama suka di antara kamu" 

(QS.An-Nisaa:29)


Uang yg kita dapat halal, untuk beli barang yg juga halal jangan sampai rusak karena transaksinya yg tak diridhai Allah..


Jangan sampai kita betransaksi jual beli seperti ini ya makemak

ini adab jual beli.

Selamat berbelanja dengan baik dan sehat 💗

Jangan Lupa Follow Instagram

Like Facebook Facebook

Subscribe Youtube


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Suami Dilempar ke Neraka

  Suami Bakal Dilempar ke Neraka Jika Membiarkan Istrinya Tak Menutup Aurat Dalam suatu rumah tangga, seorang suami merupakan pemimpin bagi keluarganya, ia bertanggung jawab penuh terhadap isteri dan anak-anaknya. Karena semua yang diperbuat anak dan isterinya saat nanti akan dimintai pertanggungjawabannya. Tak hanya dirinya saja yang akan ditanya di akhirat kelak, bagaimana perilaku suami terhadap istri dan anaknya sebagai tanggungjawabnya juga akan ditanya kelak di hari kiamat. Untuk itu seorang harus lebih berhati-hati dalam mendidik dan membimbing istri dan anak-anaknya. Jika istri anda berbuat jahat maka seorang suaminyalah yang akan menanggung dosanya.  Banyak contoh perbuatan istri yang dapat memasukkan suaminya ke neraka di akhirat kelak. Sebagai contoh, misal Anda baik, cantik, tapi ia tak mau menutup aurat? Wah, berarti sang suami harus ekstra sabar menasehati isterinya nih. Lho, kenapa yang repot-repot suaminya, jika sang isteri tidak menutup aurat? Jawabnya ada dal...

Siapa Gus Edward?

  Gus Edward Adalah Pendakwah atau Bisa Di Kenal Sebagai Da'i Milenial. Beliau Memiliki Seorang Ayah Yang Sudah Meninggal Dunia Yaitu Abuya. KH. Abu Bakar Jamal , Ayahnya Beliau Adalah Pendiri Pondok Pesantren Albarokah Di Daerah Kelurahan Jatimakmur Kecamatan Pondok Gede Kota Bekasi.  Gus Edward Adalah Putra Ke 26, Ayahnya Memiliki Anak Yaitu Sebanyak 27 Orang, dan 5 Istri. Gus Edward Juga Memiliki Majelis Yaitu Majelis Ta'lim Sholawat Syech Abubakar , Beliau Memberikan Nama Tersebut Kepada Majelisnya Dengan Alasan Ingin Membawa Kembali Nama Ayahnya Ke Ranah Dakwah.  Gus Edward Bisa Di Kenal Melalui Media Sosialnya, Yaitu Bisa Melalui Youtube , Instagram , atau  Facebook . 

PINJAMI AKU SATU HARI

PerIahan Tubuhku Diturunkan Ke Dalam Lubang Yang Sempit,  Namun Dengan Cepat Kemudian Badanku Ditimbun Tanah,  Lalu Semua Orang Meninggalkanku Masih Terdengar Jelas Langkah Kaki Mereka Sebelum dilanjutkan membaca silakan Follow  Instagram  Like  Facebook  Subscribe  Youtube Kini Aku Sendirian...! Ditempat Yang Gelap, Tak Pernah Terbayangkan Sekarang Aku Sendiri, Menunggu Ujian Suami/istri Belahan Jiwa pun Pergi Anak, Yang Ditubuhnya Mengalir Darahku Juga Pergi Apalagi Sahabatku, Kawan Dekat, Rekan Bisnis (Pekerjaan)  Ternyata Aku Bukan Siapa-siapa Lagi Bagi Mereka !! Menyesalpun Tiada Berguna Taubat Tak Lagi Diterima Minta Maaf Tak Lagi Didengar Kini Aku Sendirian Mempertanggung Jawabkan Apa Yang Pernah Aku Lakukan. Ya Allah, Kalau Boleh. Tolong Pinjamkan Satu Hari Saja Milik-Mu Aku Akan Berkeliling Mohon Maaf Kepada Mereka Yang Telah Merasakan Kezalimanku Yang Susah Dan Sedih Karena Ulahku Yang Aku Sakiti Hatinya Yang Telah Aku Bohongi Ya Allah, ...